Senin, 17 Mei 2010

Kemana Dana Sebesar 2,6 Milyar?

Gerakan pengumpulan dana pembebasan lahan SMA Barus yang digalang sekelompok orang di koran lokal POS METRO disesalkan banyak pihak dan dinilai sebagai pembohongan publik. 

"Jelas pembohongan publik..! Gerakan ini harus diwaspadai, ada pihak yg mau cari untung n menjilat. Harusnya gerakan ini lebih tau dulu persolannya lebih detail dan jelas" tulis seorang pejuang keadilan di Tapteng, Edianto Simatupang. 
 
"Puluhan tahun sudah persoalan ini, bukan tidak ada waktu atau dana untuk lokasi pembangunan sekolah, pihak penggugat sudah baik bahkan bermurah hati, mereka sudah lama menang di pengadilan namun tidak langsung mengeksekusi, bahkan memberi penawaran penjualan lahan sebesar 800 juta, harga yang murah, namun pihak pemkab tidak memberi ganti rugi dengan berbagai alasan dan cara busuk" lanjtunya lagi. 
 
Terkait pembebasan lahan SMA Barus yang sudah lama diperjuangkan ahli waris pemilik tanah sah SMA Barus, oknum Bupati tapteng diduga membohongi masyarakat.
 
Lahan SMA Negeri Barus menjadi lahan yang disengketakan antara ahli waris tanah dengan Pemkab Tapteng. Data valid yang dihimpun PEDULI TAPTENG ONLINE, anggaran ganti rugi untuk pembelian lahan SMA Barus sudah cair dan ditampung di APBD tahun 2008 dengan jumlah 2.6 milliar. 
 
Namun sampai saat ini ahli waris belum menerima ganti rugi lahan. Malah yang terjadi adalah masyarakat dibingungkan dengan adanya pengumpulan dana di koran lokal guna membebaskan lahan dimaksud. Pertanyaanya adalah kemana uang sebesar 2,6 Milyar. Bukankah ahli waris hanya meminta ganti rugi Rp 800 juta. Pemkab memang penuh misteri dan tanda tanya.

Kamis, 29 April 2010

Hotlan Jadi KABAG! Apa Kata Dunia?

Hotlan Simanullang, Camat Sosorgadong diangkat Bupati Tapanuli Tengah Tuani Lbn Tobing menjadi Kepala Bagian Tata Pemerintahan. Sekilas jika dilihat dari jenjang kekariran pangkat dan golongan, hal itu layak didapatkannya.

Lalu, apa yang salah dalam pengangkatan itu? dan apa yang salah dalam diri Hotlan? sebagaimana yang kami beritakan pada artikel lain di blog ini (baca: Bupati dan DPRD Urus 'Tali Air Hotlan'), Hotlan secara moral tak pantas menduduki jabatan Kepala Bagian Tata Pemerintahan.

Hubungan gelapnya dengan F br S, seorang pegawai honorer di Kecamatan Sosorgadong, membuatnya cacat secara moral. Betapa tidak, Hotlan yang sudah beristri diduga memiliki hubungan gelap dengan F br S. Karena persoalan cemburu Hotlan, menganiaya F br S.

Setalah penganiayaan itu, F br S membuka affair hubungan gelapnya dengan Hotlan kepada PEDULI TAPTENG ONLINE dalam bentuk tertulis sebanyak 4 halaman. Dalam surat pengakuan itu F br S mengaku dianiaya oleh Hotlan karena rasa cemburu.

Kecuali, itu F br S mengaku bahwa hubungannya dengan Hotlan didasari pada ketakutan antara bawahan dan atasan. F br S mengaku melayani semua peermintaan Hotlan karena dia takut bermasalah dengan pekerjaannya.

Hubungan terlarang itu akhirnya berbuah janin. Hotlan pun panik. dia meminta F br S menggugurkan janin mereka. F br S sebetulnya tidak mau menggugurkan kandungannya, tapi Hotlan memaksanya. F br S pun menggurkan kandungannya di Sibuluan lewat bantuan seorang bidan PTT.

Nah, kasus inilah sebenarnya yang membuat Hotlan tak pantas menduduki jabatan sebagai Kepala Bagian Tata Pemerintahan. Kasus itu sendiri telah dilaporkan ke Polsek Barus. Boro-boro diperiksa atau ditangkap, kini Hotlan malah melenggang ke kursi empuk sebagai Kabag.

Hotlan! enak nian hidupmu. Sudah rusak boru orang, dapat jabatan empuk pula lagi kau! Alai, aeonmu do haduan i amang!

Senin, 26 April 2010

JNPT Rampungkan Investigasi di Tapteng

Setelah seminggu mengadakan investigasi di Bona Pasogit, Jaringan Nasional Peduli Tapteng (JNPT) merampungkan hasil investigasi dan pengumpulan data, Sabtu, 24 April 2010. Data-data yang berhasil dikumpulkan JNPT adalah data pelanggaran HAM di Tapteng, Penyerobotan tanah, dan korupsi bupati Tapteng.

Selama seminggu di Tapteng, tim JNPT telah menemui tokoh-tokoh penegak keadilan dan HAM di Tapteng seperti: Pastor Rantinus Manalu, Pr dan Ustadz Sodikin Lubis serta Pastor Paulus Posma Manalu, Pr.  Selain itu mereka juga telah menemui koordinator FPTR Edianto Simatupang dan beberapa anggota DPRD yang tak bersedia disebut namanya.

Setelah menemui tokoh-tokoh Tapteng, tim JNPT selanjutnya mengunjungi beberapa tempat yang diduga menjadi lahan korupsi dan tempat kejadian persengketaan tanah. Tim antara lain telah mengunjungi lokasi Patung Anugerah dan proyek jalan Poriaha-Rampah, TPI di Labuan Angin dan korban penyerobotan tanah di Sirandorung dan Sosorgadong.

Tim investigasi JNPT berkali-kali menunjukkan rasa marah dan jengkel mereka melihat Bona Pasogit yang nampaknya mengarah pada perbudakan. Di Sirandorung, warga transmigran yang tanahnya dirampas mengaku hanya bisa menerima nasib mereka dengan pasrah.

"Setelah tanah kami dirampas, kami terpaksa bekerja di PT Nauli Sawit dengan gaji Rp 39.000 per hari" ungkap Bapak Marjono. Bapak Marjono adalah salah seorang warga trans yang masih memiliki sertifikat tanahnya tapi lahan sudah dikuasai PT Nauli Sawit.

Mateus Hutauruk, Koordinator JNPT bertekad akan memperjuangkan pengembalian tanah warga transmigran di Sosorgadong. "Persoalan terlalu banyak di Tapteng" maka kami akan memilah kasus per kasus dan memperjuangkannya di Jakarta ungkap Putera Asli Tapteng ini.

Kasus-kasus yang sudah lengkap bukti-buktinya selanjutnya akan diadukan ke pihak-pihak yang terkait dengan bantuan seorang putera Tapteng yang sangat sukses di Jakarta. "Apa boleh buat perjuangan ini akan kita mulai dari Jakarta" tambah Mateus.

Mateus sendiri sangat yakin dengan data-data yang dikumpulkannya, maka warga Tapteng korban penyerobotan tanah akan segera mendapatkan haknya kembali. "Kami akan berjuang sepenuh hati, bagi pengembalian hak-hak masyarakat Tapteng yang selama ini di hilangkan oleh orang-orang yang mengaku pejabat negara" ungkapnya. Selamat atas perjuangan!

Sabtu, 17 April 2010

Patung Anugerah Proyek Ilusi

Arah EVAKUASI itulah tanda yang dibuat menuju lokasi pembangunan patung Anugerah di Kecamatan Tapian Nauli tidak jauh dari PLTU Labuhan Angin. Setelah gagal menempatkan patung tersebut di Bonan Dolok Kecamatan Sitahuis karena berada di lokasi hutan Register, bupati Tapteng tidak habis akal. Walau sudah menghabiskan anggaran milliaran rupiah dari APBD, bupati tidak peduli, pokoknya asal bisa menjadi sumber korupsi dia tetap akan laksanakan.

Nah...patung tersebut akan dipindahkan ke kecamatan tapian nauli, bupati ngotot patung ini harus berdiri, mau dimanapun, yang penting bisa dianggarkan. Didukung DPRD Tapteng kembali pembangunan patung tersebut serta pembukaan jalan di tampung dalam APBD hingga milliaran rupiah. Padahal pembangunan patung anugerah diatas perahu tersebut sangat mustahil dan hanya sebagai mimpi.

Terungkap dalam investigasi aktivis-aktivis dari Jakarta yang tergabung dalam Solidaritas Nasional Peduli Tapteng (16/4/10), lokasi lahan pembangunan patung anugerah tersebut tertulis "Tempat Penampungan Gempa dan Stunami". Tulisan sangat aneh dan bukan pada tempatnya, berjarak 2 km dari jalan baru rombongan menemukan petunjuk arah panah yang bertuliskan Arah Evakuasi hanyalah untuk mengelabui masyarakat atau pengunjung. Namun kenyataannya itu adalah bukit lokasi pembangunan Patung Anugerah yang tidak pernah menjadi kenyataan. Pembangunan patung ini masuk dalam konsep Tapanuli Growth sejak tahun 2004 hingga sekarang tidak pernah nyata, konsep gagal, konsep pembangunan yang tidak pro rakyat telah menghabiskan uang rakyat milliaran rupiah yang seharusnya bisa dimamfaatkan untuk membangun irigasi serta kebutuhan nelayan.

Ahhh Tuani...bisa aja bohongin rakyat..? [laporan:edianto simatupang}

Jumat, 09 April 2010

PROTANA = Demi Tanah

Kemarin, (Rabu, 7/4/2010) DPRD Tapteng memutuskan membentuk panitia khusus PROTANA. Baktiar Sibarani, politisi 'bau kencur' terpilih menjadi ketuanya. Pada rapat pembentukan panitia khusus ini serentak juga dicabut dan dibubarkan panitia Propinsi Tapanuli Barat.

Panitia PROTABAR sendiri hanya bekerja panas-panas 'tai ayam'. Awalnya oknum-oknum tertentu mewacanakan PROTABAR setelah itu, dibentuk panitia dan pantia ini mensosialisasikannya lewat baliho-baliho besar yang tak ada gunanya. Kemarin panitia itu dibubarkan tanpa hasil sedikitpun.

Pembentukan wacana Protana diduga akan mengalami hal yang sama. Wacana itu sendiri dimunculkan oleh blok kejahatan tuani yang melingkupi para pejabat di eksekutif maupun legislatif.

Mereka yang getol untuk mewacanakan PROTANA ini hanyalah segelintir oknum-oknum pejabat dan anggota legislatif di Tapteng yang haus kekuasaan dan tanah rakyat.

PROTANA sendiri berasal dari sandi Demi Tanah. Jadi wacana pebentukan Propinsi Tapian Nauli didasarkan pada keingingan blok kejahatan di Tapteng untuk menyerobot tanah masyarakat lebih banyak lagi.

Menurut orang dekat Baktiar Sibarani, yang tak mau disebut namanya pengguliran wacana PROTANA berasal dari Tuani sendiri. Konon, menjelang masa jabatannya habis di Tapteng, Tuani gelisah tak bisa mempertahankan tanah yang dia serobot dari rakyatnya sendiri.

"Pak Tuani takut, kalau dia tidak lagi bupati maka masyarakat akan menduduki paksa tanah mereka yang dulu diambil pak Tuani" ungkap SH salah seorang anggota dewan di Tapteng. "Maka kalau PROTANA jadi, pak Tuani akan jadi Gubernur! dengan demikian ia bisa mengamankan kebun kelapa sawit di Sorkam dan Sosorgadong" ungkap beliau sambil minta namanya dirahasiakan.

Baktiar Sibarani, politisi bau kencur yang diduga terpilih menjadi anggota dewan karena penggelembungan suara rupanya mau mengucapkan terimakasihnya ke Tuani dengan cara memimpin Panitia Khusus PROTANA. Anggota Dewan Tapteng memang bekerja untuk memuaskan nafsu kekuasaan Tuani! PROTANA = demi mengamankan Tanah yang diserobot.

Rabu, 07 April 2010

DPRD dan Bupati Tapteng Urus 'Tali Air' Hotlan

Ini baru namanya kasus affair tingkat tinggi. Sampai-sampai DPRD dan Bupati Tapteng mengurus persoalan 'tali air' seorang camat.

Camat Sosorgadong, Hotlan Simanullang mewakili sebagian besar watak para pejabat di Tapanuli Tengah.Camat yang seharusnya memberi teladan kepada masyarakatnya terutama kepada bawahannya justru mempertontonkan perilaku yang menggelikan sekaligus arogan.

Hotlan Simanullang melakukan penganiayaan pada F br S bawahannya sendiri. Hotlan karena dibakar api cemburu yang tidak sepantasnya tega nian menampar F br S sampai wajah perempuan itu lebam.
Kejadiannya, berawal dari hubungan selingkuh tak wajar antara sang Camat dengan stafnya itu. Meski Hotlan sudah menikah, tapi rupanya istri tak bisa memuaskan 'urusan tali airnya' hingga dia harus mencari mangsa lain untuk memuaskan nafsu bejatnya.

Awalnya, F Br S meminjam uang dari Hotlan Rp 2 juta, untuk bepergian ke Tarutung, dengan catatan dicicil setiap bulannya. Tetapi sesampai di Tarutung, Hotlan mengetahui bahwa F Br S menemui pacarnya. Selanjutnya, oknum Camat memaksa F Br S untuk pulang dengan cepat.

Tepatnya, Rabu (17/3) pagi, di ruangan Camat tersebut, tejadi debat seru, oknum camat meminta uang yang dipinjam itu dikembalikan. Tetapi F Br S tak sanggup mengembalikan uang itu. Sang camat langsung menganiaya F Br S dengan menampar hingga sampai 3 kali membuat wajah dan pipi lembam.

Masyarakat yang marah atas penganiayaan itu melakukan aksi demonstrasi. Mereka menuntut Hotlan dipecat karena tak layak menjadi camat. Saat demonstrasi itu Hotlan juga masih menunjukkan arogansinya dengan memanggil preman untuk menghadang para demonstrans. Kabarnya kasus ini sudah dilaporkan ke Polsek Barus, namun masyarakat sendiri tidak percaya bahwa kasus itu akan diungkap tuntas oleh polisi.

Kasus itu sendiri sudah sampai ke meja DPRD Tapteng. Kabarnya DPRD Tapteng telah memanggil oknum camat yang tak bermoral ini. Namun, menurut informasi yang berhasil dihimpun tim PEDULI TAPTENG, Hotlan malah memutarbalikkan fakta. Di hadapan anggota dewan yang tidak terhormat beliau mengaku, justru dialah yang ditampar oleh F br S. Tragis,...cekk...kkkk....

Hotlan Simanullang adalah bagian dari blok kejahatan di Tapteng. Dia dilindungi oleh bupati Tapteng, karena selama ini, Hotlanlah yang berada di bagian terdepan untuk merampok dan menyerobot tanah masyarakat di Sosorgadong. Dia juga dibekeingi oleh preman-preman utusan Tuani.

Untuk Melindungi camat bernafsu bejat ini, Tuani sampai turun tangan. Konon, ia berusaha memanggil F br S dan keluarganya ke kantor bupati. Diduga kuat, sang bupati akan membungkam dan menakuti F br S agar diam dan tidak memperpanjang urusan 'tali air' Hotlan.

Hotlan, Hebat nian kau ini bah! Sampai urusan 'tali airmu' pun bupati dan DPRD turun tangan dan mungkin akan melindungimu. Taptengku sayang, Taptengku malang...sampai kapan kau dipinpin oleh orang-orang tak bermoral seperti Hotlan?

Jumat, 02 April 2010

Kisah Penyaliban di Bukit Anugerah

Tadi siang jam 3 sore, Bukit Anugerah dipenuhi oleh orang-orang dari seluruh penjuru di Tapanuli Tengah.

Pasalnya seorang hamba Tuhan yang disalibkan di sana. Tuduhan palsu telah berhasil digalang oleh kepala dinas kehutanan Kabupaten Tapanuli Tengah dalam kasus pembabatan hutan register 47.

Selain tuduhan di atas, korban juga telah dituduh berniat menggulingkan pemerintah yang sah serta ingin menjadi raja Tapteng di tahun 2011. Raja yang memerintah seluruh "eks keresidenan Tapanuli" gusar dengan berita itu. Oleh karena itu mereka bersekongkol untuk menyalibkannya.

Rakyat yang sudah terprovokasi, meminta agar hamba Tuhan di salibkan. “Salibkan dia”, “Salibkan Dia” kata orang banyak.

Diapun diarak ke Bukit Anugerah. Sesampai di bukit anugerah para algojo menyalibkan orang itu. Tak seperti biasanya orang itu, bisa membela diri,...kali ini dia diam saja atas penyaliban itu.

Di bukit Anugerah terdapat dua orang penjahat yang terlebih dulu disalibkan. “Katanya kamu hebat, punya massa FPTR. Kalau kau benar punya massa, suruhlah massamu itu datang menyelamatkanmu” kata penjahat yang disebelah kiri.

Tiba-tiba terdengar suara dari sebelah kanan. “Hai bro! Kau jangan begitu bro. Dia tak bersalah, dia  disalibkan karena dia menyelamatkan petani karet di Purbatua dan masyarakat korban penyerobotan tanah” penjahat disebelah kanan menegurnya. "Dia tak pantas dihukum, kitalah yang pantas dihukum" ia menambahkan.

"Saya tak pantas dihukum. Buktikan kesalahan saya bro" kata penjahat disebelah kiri membela diri.

"Lihat kawasan bukit anugerah ini, sudah habis kau babat hutannya bro! Ini hutan lindung bro. Dan lihat dimana patung yang dulu kau janjikan berdiri di sini, anggaran sudah cair tapi kuku patung anugerah pun sampai saat ini belum kelihatan" penjahat sebelah kanan menjawab.

Hamba Tuhan yang dari tadi diam saja menahan sakit, terusik dengan percakapan kedua orang itu.
“Pasti saya kenal mereka berdua ini” pikirnya dalam hati.
Penasaran dengan kedua orang itu, dia pun memalingkan pandangannya ke sebelah kanan.

“Pastor Rantinus!” yang sebelah kanan bicara. Alangkah kagetnya ia, ternyata penjahat yang disebelah kanannya adalah Edianto Simatupang. "Kau rupanya, Edi!" Pastor Rantinus memandang seolah tak percaya.

Lalu Edi bermain mata, seolah mau mengajak agar Rantinus memandang ke sebelah kiri juga.

Lalu, pelan-pelan HambaTuhan memalingkan pandangannya ke sebelah kiri. Bulu kuduknya langsung berdiri. Ia langsung naik tensi. Darahnya berdesir dan jantungnya berdegup dengan kencang. “Kau rupanya!” katanya sambil menahan emosi. Ternyata orang yang disalibkan di sebelah kirinya adalah Tuani Lbn Tobing (Bupati Tapanuli Tengah). Ha...haha...ada-ada saja.[sumber cerita:oposisisibolgataptng@yahoo.co.id]

Sabtu, 27 Maret 2010

Sibolgapun Tak Memihaknya

Tuani tak puas dengan menjadi sumber kekacauan di Tapteng. Dalam Pilkada Sibolga dia campur tangan dengan mendukung salah satu calon walikota. Banyak agenda pribadi tersembunyi Tuani yang mau dia wujudkan bila calon dukungannya menang.

Salah satu agendanya ialah perluasan daerah tapteng ke Sibolga dan mendapatkan sebagian pantai laut untuk dijadikan pelabuhan Tapteng. Kecuali itu Tuani juga ingin agar walikota Sibolga yg dia dukung turut mendukung pencalonan istrinya Ny Dina Riana Samosir di Pilkada Tapteng 2011 nanti.

Nih, masih ada agenda pribadi yang tersembunyi. Diam-diam Tuani juga menginginkan adanya propinsi Tapian Nauli. Setelah pensiun nanti, tuani tak mau jadi tukang kebun atau mandur kelapa sawit saja. Ketakutan terbesanya adalah mendekap di prodeo. Diduga dia sangat yakin, bila kelak tak jadi bupati dan punya kekuasaan lagi, dia akan segera masuk penjara karena kasus penyerobotan tanah dan korupsi yang dia lakukan selama 2 periode memimpin Tapteng.

Bah disinilah ketakutan Tuani. Maka jika propinsi Tapian Nauli terbentuk Tuani berharap dialah gubernurnya. Dengan menjadi gubernur, Tuani bergharap dia masih punya kekuasaan dan punya posisi tawar yang tinggi kepada Partai Demokrat atau Partai lain yang bisa memback-up dia dari segala tuduhan sebagaimana selama ini terjadi. Sebuah perhitungan dan harapan yg absurb.Persoalannya adalah apakah rakyat masih menginginkannya menjadi pemimpin, sementara waktu dia memimpin tapteng dia lebih banyak mendatangkan persoalan bagi rakyat daripada membantu rakyat bebas dari kemiskinan.

Selama pemerintahan Tuani, diperkirakan lebih dari 8000 hektar tanah rakyat dan tanah transmigran diserobot PT Nauli Sawit. Pemilik PT Nauli Sawit sendiri sampai saat ini menjadi misteri. Meski demikian orang tahu bahwa Tuani terkait di dalamnya. Buktinya, SATPOL PP pernah ditugasi Pemkab untuk menjaga kebuh sawit itu.

Segala upaya dilakukan oleh bupati yang menelurkan ide Tapanuli Growth yang tak ada gunanya bagi rakyat Tapteng. Tuani punya banyak gagasan tapi semuanya miskin realisasi. Sekarang ini semua proyek multi year yang ia gagasan menjadi pyoyek gagal. Contoh yang bisa disebut adalah Patung Anugerah, Jalan Rampah-Poriaha, Asrama Haji, PLTU Labuan Angin dan banyak proyek lainnya yang berhenti setengah jalan.

Dalam Pilkada Sibolga Tuani sempat dia diisukan menyiapkan dana 2 milyar utk menggalkan pencalonan Syarfi di Pilkada Sibolga, diduga hal itu dibuat karena elektabilitas syarfi sangat tinggi.

Sekarang masih banyak waktu,kita mendesak agar calon yang berkolusi dengannya cepat meninggalkan Tuani. Kalau itu tak dilakukan, calon tersebut hanya menghitung hari kekalahan.

Sejarah sudah membuktikan bahwa Sibolga tak pernah bersahabat dengan Tuani. Dengan Sahat dia keok. Lewat Toni di Pilkada lalu, dia KO. Ronde berikutnya adalah dia akan babak belur,...itu sudh dimulai dari tidak diakomodirnya demo mrk utk mencoret satu pasang calon di Pilkada Sibolga.

Rabu, 24 Maret 2010

SARMA TUDING TUANI

Pasangan calon walikota Sibolga Syarfi Ht Uruk dan Marudut Situmorang (SARMA) menuding Bupati Tapanuli Tengah, Tuani Lbn Tobing menjadi sumber kekisruhan di Pilkada Kota Sibolga. Aksi demo yang digelar oleh kubu SARMA Selasa (23/3) pagi di depan rumah dinas Bupati Tapteng di Jalan Kapt Maruli Sitorus Sibolga, menyebut oknum Bupati Tapteng Drs Tuani Lumbantobing itu sebagai sumber kekisruhan terkait dengan adanya indikasi bahwa bupati menunggangi sejumlah aksi demo yang belakangan ini berlangsung di KPUD setempat.

“Wahai Firaun yang ada di dalam rumah, jangan campuri Pilkada Kota Sibolga ini karena kami masyarakat Sibolga cinta damai dan cinta SARMA,” kata orator aksi Dedy Sutomo Simanjuntak SAg. Aksi demontrasi yang belakangan sering terjadi di Sibolga dinilai mulai mengganggu ketenangan masyarakat Sibolga.

Pendemo mengatakan bahwa sumber kekisruhan dan kekritisan pada tahapan Pilkada Sibolga ini adalah berkat campur tangan Tuani. Tuani menurut kubu Sarma mendukung salah satu Balon walikota Sibolga. Kubu SARMA meminta Bupati Tapteng untuk tidak mencampuri urusan kota Sibolga dan diminta lebih fokus melaksanakan pembangunan di Kab Tapteng dalam rangka memberi pelayanan prima kepada warga dari pada merecoki proses Pilkada di Sibolga.

"Lebih baik Tuani mengurusi pembangunan jalan yang rusak di tapteng dan mengembalikan tanah rakyat yang dia serobot" kata salah seorang pendemo ke PEDULI TAPTENG. Kecuali itu, Dedy juga menyuarakan, agar rumah dinas Bupati Tapteng dipindahkan ke daerah Tapteng agar Bupatinya menyatu dengan daerah yang dipimpinnya dan perhatiannya pun jadi fokus ke Tapteng.

"Tidak seperti sekarang ini tinggal di Kota Sibolga sehingga tidak menyatu dengan daerah yang dipimpinnya dan tidak menyaksikan langsung kehidupan di daerahnya" ungkap beliau. Usai berorasi dan meneriaki rumah dinas Bupati Tapteng, para pendemo melanjutkan aksi dengan longmarch menuju kantor KPUD Kota Sibolga dan DPRD Kota Sibolga.

“Aksi ini untuk memberi dukungan kepada KPUD setempat agar bekerja secara independen dan jangan mau diinterpensi oleh pihak manapun demi terciptanya pelaksanaan Pilkada Kota Sibolga yang jujur, adil dan bermartabat,” katanya. Menjelang siang massa membubarkan diri dengan tertib.

Tidak berapa lama kemudian aksi demo kembali terjadi di kantor DPRD dan KPUD Kota Sibolga oleh massa yang menamakan dirinya FK Matagali (Forum Komunikasi Masyarakat Cinta Sibolga Nauli) di Jalan S Parman Sibolga mendesak agar KPUD mencoret Balon Walikota yang diduga menggunakan ijazah palsu di Pilkada Kota Sibolga.

Orator aksi meminta KPU agar bersikap netral melaksanakan tahapan Pilkada yang jujur dan adil serta mengedapankan nilai-nilai kebenaran. KPU juga diminta serius menanggapi temuan LSM terhadap indikasi adanya dugaan salah satu Balon yang bermasalah terhadap berkas syarat pencalonan.

Ketika PEDULI TAPTENG meminta tanggapan seputar campurtangan bupati tapteng di Pilkada Sibolga, masyarakat Tapteng sangat menyayangkannya. "Sebaiknya Tuani tak perlu mencampuri urusan Sibolga, toh di Tapteng lebih banyak masalah" kata Amiruddin Tanjung seorang sopir angkot. "Tuani itu tak tahu diri, sok hebat. Belum beres mengurus daerahnya sudah urus daerah orang lain.Lihat saja seluruh jalan di Tapteng  rusak, bahakan jalan menuju pusat kabupaten di Pandan pun rusak parah. Nampak Tuani tidak mau memperhatikan kesejahteraan rakyatnya" kata Tanjung lebih lanjut. Tanjung pun meminta agar Tuani segera mengakhiri penyerobotan tanah di Tapteng dan tidak otoriter memimpin Tapteng.