Perseteruan antara Bupati Tapanuli Tengah Bonaran Situmeang dan Ketua DPRD Tapanuli Tengah semakin mencemaskan gerakan pro rakyat. Pasalnya perseteruan ini telah mengganggu jalannya pemerintahan di Tapanuli Tengah. Bahkan menurut pengakuan Sintong jika LKPJ bupati 2011 tidak segera disahkan secara legal Tapteng berpotensi mendapat finalti berupa pemotongan APBD sebanyak 20% (SURAT, 27/7/2012) pada tahun 2013. Jika ini benar terjadi maka usaha Bonaran Situmeang untuk "menjolok" anggaran sebanyak mungkin dari Pusat ke Tapteng bakal sia-sia.
Masalahnya sampai saat ini belum ada tanda-tanda perseteruan ini bakal reda. Yang muncul adalah ego masing-masing yang lebih mementingkan harga diri serta kelompok masing-masing. Tokoh-tokoh masyarakat Tapteng maupun orang yang Peduli Tapteng yang cemas akan dampak perseteruan ini terus mencoba merajut kembali komunikasi yang putus diantara keduanya.
Minggu, 29 Juli 2012
Kamis, 26 Juli 2012
Inilah Penyebab Perseteruan Bonaran vs Sintong
Bupati Tapanuli Tengah Bonaran Situmeang dan Ketua DPRD Tapanuli Tengah Sintong Gultom sejak awal memang tidak akur. Dua tokoh penting ini berseteru karena berbeda kepentingan. Rakyat pun akhirnya menjadi korban konflik keduanya.
Apa sebenarnya yang menjadi penyebab tidak akurnya Bonaran dan Sintong? Tim PEDULI TAPTENG mencoba mencari akar perseteruan keduanya. Inilah jawaban yang berhasil kami himpum.
Apa sebenarnya yang menjadi penyebab tidak akurnya Bonaran dan Sintong? Tim PEDULI TAPTENG mencoba mencari akar perseteruan keduanya. Inilah jawaban yang berhasil kami himpum.
Kamis, 22 Desember 2011
Tokoh Lintas Agama Bentuk FORLIPTA
Para Tokoh agama atau Ormas Keagamaan di Tapteng, hari ini Kamis, 22 Desember 2011 akan mendeklarisakan Forum Lintas Iman Peduli Tapteng di Pantai Indah Kalangan. Forum ini dibentuk untuk merespon keprihatinan dan kegelisahan warga Tapteng akan berbagai isu yang berkembang di masyarakat. Salah satu isu yang diusung forum ini adalah pemberantasan penyakit masyarakat seperti judi, maraknya rumah kitik-kitik dan lain sebainya.
Inilah versi lengkap, isi piagam Forlipta.
PIAGAM FORLIPTA
Dengan memohon rahmat kepada Tuhan Yang Maha Esa,
Pada Hari ini, Kamis 22 Desember 2011
Kami Para Pemuka Agama dan Ormas Keagamaan di Tapanuli Tengah
Sepakat membentuk Forum Lintas Iman Peduli Tapteng disingkat FORLIPTA.
Untuk mewujudkan masyarakat Tapanuli Tengah yang bermartabat Kami menyerukan dan membuat pernyataan sikap sebagai berikut:
1. Menjaga keharmonisan hubungan antar umat beragama di Tapteng
2. Membentuk jembatan komunikasi masyarakat dengan pemerintah dalam pembangunan Tapteng
3. Menciptakan Masyarakat yang religius, berintegritas dan bermartabat. Untuk itu kami sepakat:
- Menolak Keberadaan Rumah Kitik-kitik dan Prostitusi
- Menolak segala bentuk Perjudian dan Togel
- Menolak Illegal Logging
- Menolak Pengeboman ikan
- Dan Menolak Penyakit Masyarakat lainnya.
4. Mendukung aparat, bertindak tegas terhadap pemilik rumah kitik-kitik, pemilik rumah prostitusi, bandar judi dan Togel, pelaku illegal logging dan pengeboman ikan!
5. Menghimbau agar aparatur pemerintah dan para pemuka agama memberi teladan yang baik untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, bebas dari praktek korupsi demi terwujudnya Tapanuli Tengah yang sejahtera dan bermartabat.
Demikian isi kesepakatan ini kami buat demi masyarakat Tapteng yang sejahtera dan bermartabat.
Di deklarasikan di: PANTAI INDAH KALANGAN
Pada hari/tanggal: Kamis, 22 Desember 2011
Kami yang menyepakati,
Pimpinan Ormas Keagamaan:
PC. Nahdatul Ulama Tapteng, PD. Muhammadiyah Tapteng, PD. JamaiatulAl-Wasliyah Tapteng, Katolik, Protestan dan Karismatik.
Inilah versi lengkap, isi piagam Forlipta.
PIAGAM FORLIPTA
Dengan memohon rahmat kepada Tuhan Yang Maha Esa,
Pada Hari ini, Kamis 22 Desember 2011
Kami Para Pemuka Agama dan Ormas Keagamaan di Tapanuli Tengah
Sepakat membentuk Forum Lintas Iman Peduli Tapteng disingkat FORLIPTA.
Untuk mewujudkan masyarakat Tapanuli Tengah yang bermartabat Kami menyerukan dan membuat pernyataan sikap sebagai berikut:
1. Menjaga keharmonisan hubungan antar umat beragama di Tapteng
2. Membentuk jembatan komunikasi masyarakat dengan pemerintah dalam pembangunan Tapteng
3. Menciptakan Masyarakat yang religius, berintegritas dan bermartabat. Untuk itu kami sepakat:
- Menolak Keberadaan Rumah Kitik-kitik dan Prostitusi
- Menolak segala bentuk Perjudian dan Togel
- Menolak Illegal Logging
- Menolak Pengeboman ikan
- Dan Menolak Penyakit Masyarakat lainnya.
4. Mendukung aparat, bertindak tegas terhadap pemilik rumah kitik-kitik, pemilik rumah prostitusi, bandar judi dan Togel, pelaku illegal logging dan pengeboman ikan!
5. Menghimbau agar aparatur pemerintah dan para pemuka agama memberi teladan yang baik untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, bebas dari praktek korupsi demi terwujudnya Tapanuli Tengah yang sejahtera dan bermartabat.
Demikian isi kesepakatan ini kami buat demi masyarakat Tapteng yang sejahtera dan bermartabat.
Di deklarasikan di: PANTAI INDAH KALANGAN
Pada hari/tanggal: Kamis, 22 Desember 2011
Kami yang menyepakati,
Pimpinan Ormas Keagamaan:
PC. Nahdatul Ulama Tapteng, PD. Muhammadiyah Tapteng, PD. JamaiatulAl-Wasliyah Tapteng, Katolik, Protestan dan Karismatik.
Rabu, 07 Desember 2011
Tak Didukung Jadi Ketua Pendeta "Lompat Pagar"
Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) pimpinan Pdt Rustam yang dibentuk rezim Tuani Lbn Tobing demi kepentingan Pilkada pada Maret lalu tamat sudah. Masa kepemimpinan Pdt Rustam yang sangat singkat tapi diwarnai beberapa masalah internal seperti keluarnya Gereja Katolik dan penarikan diri para pendeta HKBP dari BKAG berakhir setelah 35 organisasi Gereja yang berada di Tapteng sepakat membentuk badan baru bernama Badan Kerjasama Antar Gereja Daerah Tapanuli Tengah.
Dalam acara pelantikan pengurus BKAG-DTT yang dihadiri oleh Bupati Tapanuli Tengah Raja Bonaran Situmeang, ketua DPRD Sintong Gultom, Muspida Plus, ketua MUI, KASI BIMAS Katolik, KASI BIMAS Protestan serta 500-an undangan lain Ketua Umum BKAG terlantik Pdt ABG Hutagalung, S.Th meminta kepada pemerintah agar menjadi mitra satu sama lain. "Kami mendukung program pemerintah, tapi tanpa kehilangan sikap kenabian" ungkap beliau.
Bupati Tapanuli Tengah Raja Bonaran Situmeang mengapresiasi usaha pembentukan BKAG. Menurut beliau keinginan untuk membentuk badan kerjasama ini adalah keinginan yang sudah lama dirindukan rakyat Tapanuli Tengah. Menepis isu yang mengatakan ada intervensi bupati dalam pembentukan BKAG baru ini, bupati mengungkapkan rasa herannya.
Sebelum bupati menepis isu itu, ketua DPRD Tapteng Sintong Gultom mengaku mendengar info bahwa bupati melakukan intervensi pada pembentukan BKAG. Namun lanjut beliau, setelah melakukan cek dan ricek ketua DPRD memastikan bahwa tidak ada intervensi dalam pembentukan.
"Ide pembentukan BKAG ini berasal dari para pendeta, waktu memasuki rumah dinas". Menurut beliau bupati hanya memfasilitasi pembentukan setelah ada surat dari 3 inisiator pembentukan BKAG. Namun dia merasa heran, ditengah jalan seorang inisiator lompat pagar. "Sampai saat ini alasan lompat pagarnya tidak jelas! maka ketika saya dimintai nasehat tentang proses selanjutnya saya katakan maju terus" ungkap beliau.
Ungkapan bupati merujuk pada seorang inisiator pembentukan Pdt Rogonda Manurung yang menandatangi surat permintaan ke bupati agar bupati memfasilitasi pembentukan BKAG baru. Pdt Rogonda tanpa alasan jelas menarik diri sebagai inisiator.
Bisik-bisik yang beredar di lingkungan para pemuka agama kristen di Tapteng Pdt Rogonda Manurung menarik diri karena berambisi menjadi ketua BKAG tapi tidak didukung para pendeta lain. Informasi lain yang berhasil dihimpun tim PEDULI TAPTENG sang Pdt Rogonda ditekan oleh para pendeta HKBP lain yang tidak menghendaki pemilihan terjadi. Menurut seorang pendeta HKBP yang pernah bertugas di Tapteng, praeses HKBP sudah memiliki calon tersendiri untuk menduduki jabatan ketua BKAG.
Dalam acara pelantikan pengurus BKAG-DTT yang dihadiri oleh Bupati Tapanuli Tengah Raja Bonaran Situmeang, ketua DPRD Sintong Gultom, Muspida Plus, ketua MUI, KASI BIMAS Katolik, KASI BIMAS Protestan serta 500-an undangan lain Ketua Umum BKAG terlantik Pdt ABG Hutagalung, S.Th meminta kepada pemerintah agar menjadi mitra satu sama lain. "Kami mendukung program pemerintah, tapi tanpa kehilangan sikap kenabian" ungkap beliau.
Bupati Tapanuli Tengah Raja Bonaran Situmeang mengapresiasi usaha pembentukan BKAG. Menurut beliau keinginan untuk membentuk badan kerjasama ini adalah keinginan yang sudah lama dirindukan rakyat Tapanuli Tengah. Menepis isu yang mengatakan ada intervensi bupati dalam pembentukan BKAG baru ini, bupati mengungkapkan rasa herannya.
Sebelum bupati menepis isu itu, ketua DPRD Tapteng Sintong Gultom mengaku mendengar info bahwa bupati melakukan intervensi pada pembentukan BKAG. Namun lanjut beliau, setelah melakukan cek dan ricek ketua DPRD memastikan bahwa tidak ada intervensi dalam pembentukan.
"Ide pembentukan BKAG ini berasal dari para pendeta, waktu memasuki rumah dinas". Menurut beliau bupati hanya memfasilitasi pembentukan setelah ada surat dari 3 inisiator pembentukan BKAG. Namun dia merasa heran, ditengah jalan seorang inisiator lompat pagar. "Sampai saat ini alasan lompat pagarnya tidak jelas! maka ketika saya dimintai nasehat tentang proses selanjutnya saya katakan maju terus" ungkap beliau.
Ungkapan bupati merujuk pada seorang inisiator pembentukan Pdt Rogonda Manurung yang menandatangi surat permintaan ke bupati agar bupati memfasilitasi pembentukan BKAG baru. Pdt Rogonda tanpa alasan jelas menarik diri sebagai inisiator.
Bisik-bisik yang beredar di lingkungan para pemuka agama kristen di Tapteng Pdt Rogonda Manurung menarik diri karena berambisi menjadi ketua BKAG tapi tidak didukung para pendeta lain. Informasi lain yang berhasil dihimpun tim PEDULI TAPTENG sang Pdt Rogonda ditekan oleh para pendeta HKBP lain yang tidak menghendaki pemilihan terjadi. Menurut seorang pendeta HKBP yang pernah bertugas di Tapteng, praeses HKBP sudah memiliki calon tersendiri untuk menduduki jabatan ketua BKAG.
Selasa, 11 Oktober 2011
Mutasi Tak Terhindarkan
Untuk mempercepat reformasi birokrasi di lingkungan Pemkab Tapteng baru-baru ini telah terjadi mutasi dibeberapa instansi Pemkab Tapteng. Mutasi ini dilakukan di intansi-intansi yang setelah dievaluasi, ternyata paling banyak melakukan dugaan korupsi dan pelayanan yang tidak baik kepada masyarakat.
Pejabat yang diangkat menduduki pos pos penting itu sebagai berikut: Ir Darmi Siahaan MM menduduki sebagai Kabid Kehutahan. Jairun Sihombing sebagai Kabid Bina Program Dinas Pendidian, Drs Rahman Situmeang sebagai Kabid Pengembangan Karir dan Diklat Badan Kepegawaian, Pangusian Hutagalung sebagai Inspektur Pembantu Wilayah III pada Inspektorat daerah, Jhonson ST MSI sebagai Kabid Tata Ruang dan Pengendalian pada Dinas PU, Drs Sunaryo Sipahutar MM sebagai Kabid Kependudukan dan Capil dan KB, Binton Simorangkir sebagai Kabid Perhubungan Laut Sungai dan Danau pada Dinas Perhubungan.
Selain nama-nama itu, juga ikut dilantik Drs Rustam Manalu menjadi Kabid SLTP, SMA dan Perguruan Tinggi pada Dinas Pendidikan, dr Margan Romapul Parda Sibarani MKes sebagai Kabid Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Tapteng, Drs Sokhizaro Laia sebagai Kabid Pendapatan pada Dinas Pendapatan, Dompak Simanjuntak SP MM sebagai Kabid Peternakan pada Dinas Pertanian dan Peternakan.
Selain nama-nama di atas juga telah dilantik Jainur Sihombing sebagai Kabid Bina Program Dinas Pendidikan Tapteng, Drs Syamsir Hutabarat sebagai Kabid Evaluasi dan Pelaporan pada Badan Kepegawaian Daerah, Sinta Pardamean Sigalingging sebagbai Kabid Kesejahteraan masyarakat pada sekretariat daerah, Yetty Sembiring SSTP sebagai Pj Kabid Analisis Pencegahan Dampak Lingkungan Hidup, Sofia Juliasty Hutagalung SE sebagai Pj Kabid Mutasi BKD Tapteng, Charles Siburian sebagai Kabid umum Sekretariat daerah Kabupaten Tapteng, Ir Harmi Parasian Marpaung sebagai Kabid Litbang dan Ekonomi Bappeda, M Syukri Tanjung sebagai Kabid TK/SD dan PLS pada Dinas Pendidikan Tapteng, Irwansyah RM Sinaga SH sebagai Plt Kabag Humas.
Mutasi pejabat ini sendiri sudah lama dinanti-nantikan masyarakat Tapteng. Streotip masyarakat Tapteng pada para pejabat peninggalan Tuani Lbn Tobing umumnya sangat buruk. Banyak masyarakat yang mendapat perlakuan sewenang-wenang dari para pejabat di lingkungan Pemkab Tapteng di masa Tuani Lbn Tobing menjabat sebagai bupati. Malah para pejabat sebagai PNS banyak yang terlibat sebagai tim sukses DRS pada Pilkada Maret lalu.
Dengan dilantiknya beberapa pejabat menduduki pos-pos penting di lingkungan Tapteng diharapkan pelayanan pada masyarakat semakin baik.
Pejabat yang diangkat menduduki pos pos penting itu sebagai berikut: Ir Darmi Siahaan MM menduduki sebagai Kabid Kehutahan. Jairun Sihombing sebagai Kabid Bina Program Dinas Pendidian, Drs Rahman Situmeang sebagai Kabid Pengembangan Karir dan Diklat Badan Kepegawaian, Pangusian Hutagalung sebagai Inspektur Pembantu Wilayah III pada Inspektorat daerah, Jhonson ST MSI sebagai Kabid Tata Ruang dan Pengendalian pada Dinas PU, Drs Sunaryo Sipahutar MM sebagai Kabid Kependudukan dan Capil dan KB, Binton Simorangkir sebagai Kabid Perhubungan Laut Sungai dan Danau pada Dinas Perhubungan.
Selain nama-nama itu, juga ikut dilantik Drs Rustam Manalu menjadi Kabid SLTP, SMA dan Perguruan Tinggi pada Dinas Pendidikan, dr Margan Romapul Parda Sibarani MKes sebagai Kabid Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Tapteng, Drs Sokhizaro Laia sebagai Kabid Pendapatan pada Dinas Pendapatan, Dompak Simanjuntak SP MM sebagai Kabid Peternakan pada Dinas Pertanian dan Peternakan.
Selain nama-nama di atas juga telah dilantik Jainur Sihombing sebagai Kabid Bina Program Dinas Pendidikan Tapteng, Drs Syamsir Hutabarat sebagai Kabid Evaluasi dan Pelaporan pada Badan Kepegawaian Daerah, Sinta Pardamean Sigalingging sebagbai Kabid Kesejahteraan masyarakat pada sekretariat daerah, Yetty Sembiring SSTP sebagai Pj Kabid Analisis Pencegahan Dampak Lingkungan Hidup, Sofia Juliasty Hutagalung SE sebagai Pj Kabid Mutasi BKD Tapteng, Charles Siburian sebagai Kabid umum Sekretariat daerah Kabupaten Tapteng, Ir Harmi Parasian Marpaung sebagai Kabid Litbang dan Ekonomi Bappeda, M Syukri Tanjung sebagai Kabid TK/SD dan PLS pada Dinas Pendidikan Tapteng, Irwansyah RM Sinaga SH sebagai Plt Kabag Humas.
Mutasi pejabat ini sendiri sudah lama dinanti-nantikan masyarakat Tapteng. Streotip masyarakat Tapteng pada para pejabat peninggalan Tuani Lbn Tobing umumnya sangat buruk. Banyak masyarakat yang mendapat perlakuan sewenang-wenang dari para pejabat di lingkungan Pemkab Tapteng di masa Tuani Lbn Tobing menjabat sebagai bupati. Malah para pejabat sebagai PNS banyak yang terlibat sebagai tim sukses DRS pada Pilkada Maret lalu.
Dengan dilantiknya beberapa pejabat menduduki pos-pos penting di lingkungan Tapteng diharapkan pelayanan pada masyarakat semakin baik.
Senin, 03 Oktober 2011
Di Balik Isu Pemekaran
Belakangan ini ide pemekaran Barus Raya kembali diangkat beberapa tokoh di Tapanuli Tengah. Namun berbeda dengan ekspektasi orang seputar Pilkada lalu, ide pemekaran ini agaknya disambut dingin warga Tapanuli Tengah.
Bahkan Bupati Bonaran Situmeang yang baru diangkat kurang lebih sebulan menjabat menjadi bupati terkesan enggan membicarakan isu pemekaran. Bagi Bonaran saat ini jauh lebih penting memikirkan percepatan pembangunan daripada membicarakan isu pemekaran. "Biarkan warga Tapteng merasakan pembangunan yang kami tawarkan, setelah itu itu baru kita bicara pemekaran" ungkap Bonaran.
Di Barus sendiri dan beberapa kecamatan yang diusulkan masuk ke Barus Raya, warga malah menilai ide pemekaran tidak lagi murni sebagai aspirasi warga dan demi kesejahteraan warga. Bapak Tarihoran, yang dulu getol memperjuangkan Barus Raya menjadi kabupaten otonom kini malah menduga ada agenda terselubung di balik ide pemekaran.
Agenda terselubung yang diduga ada di belakang ide pemekaran ini adalah bagi-bagi kekuasaan dan motif ekonomi. Hal ini misalnya dapat dilihat dari siapa yang mengajukan ide pemekaran. Umumnya mereka yang bersuara lantang pada ide pemekaran ini adalah mereka yang berada di pihak orang yang kalah dalam Pilkada lalu (kubu Tuani). Nuansa politis terasa karena di masa kepemimpinan Tuani Lbn Tobing, isu pemekaran ini adalah isu yang harus dibabat habis.
Sedangkan motif ekonomi yang mungkin ada di belakang ide pemekaran ini adalah pemilik-pemilik kebun kelapa sawit seperti Nauli Sawit, PT TAS yang bagi warga sampai saat ini belum jelas siapa pemiliknya. Motif ekonomi lain yang diduga berada di belakang ide pemekaran adalah sebuah perusahaan pertambangan batu bara yang berkeinginan mengeksplorasi batu bara di daerah bakal calon pemekaran.
Bahkan Bupati Bonaran Situmeang yang baru diangkat kurang lebih sebulan menjabat menjadi bupati terkesan enggan membicarakan isu pemekaran. Bagi Bonaran saat ini jauh lebih penting memikirkan percepatan pembangunan daripada membicarakan isu pemekaran. "Biarkan warga Tapteng merasakan pembangunan yang kami tawarkan, setelah itu itu baru kita bicara pemekaran" ungkap Bonaran.
Di Barus sendiri dan beberapa kecamatan yang diusulkan masuk ke Barus Raya, warga malah menilai ide pemekaran tidak lagi murni sebagai aspirasi warga dan demi kesejahteraan warga. Bapak Tarihoran, yang dulu getol memperjuangkan Barus Raya menjadi kabupaten otonom kini malah menduga ada agenda terselubung di balik ide pemekaran.
Agenda terselubung yang diduga ada di belakang ide pemekaran ini adalah bagi-bagi kekuasaan dan motif ekonomi. Hal ini misalnya dapat dilihat dari siapa yang mengajukan ide pemekaran. Umumnya mereka yang bersuara lantang pada ide pemekaran ini adalah mereka yang berada di pihak orang yang kalah dalam Pilkada lalu (kubu Tuani). Nuansa politis terasa karena di masa kepemimpinan Tuani Lbn Tobing, isu pemekaran ini adalah isu yang harus dibabat habis.
Sedangkan motif ekonomi yang mungkin ada di belakang ide pemekaran ini adalah pemilik-pemilik kebun kelapa sawit seperti Nauli Sawit, PT TAS yang bagi warga sampai saat ini belum jelas siapa pemiliknya. Motif ekonomi lain yang diduga berada di belakang ide pemekaran adalah sebuah perusahaan pertambangan batu bara yang berkeinginan mengeksplorasi batu bara di daerah bakal calon pemekaran.
Sabtu, 03 September 2011
Calo Marak di Tapteng
Calo kenaikan jabatan marak di Tapteng pasca pelantikan pasangan Bosur. Oknum-oknum calo mengaku bisa membantu kenaikan jabatan seperti dari guru biasa menjadi kepala sekolah. Umumnya oknum calo mengaku dekat dengan Bonaran sehingga dapat membantu kenaikan jabatan asal orang yang bersangkutan terlebih dahulu menyetor sejumlah uang.
Hasil investigasi PEDULI TAPTENG ONLINE menemukan fakta di lapangan. Seorang guru, ibu br s di Sosorgadong telah menyetor uang sebesar 10 juta rupiah kepada oknum tertentu yang mengaku bisa menaikkan status guru biasa itu menjadi kepala sekolah.
Di Sarudik seorang guru mengaku dimintai uang sebesar 17 juta-25 juta rupiah untuk menjadi kepala sekolah. Untungnya guru ini tidak gampang tergoda bujuk rayu sang calo. Di kalangan masyarakat beredar isu di lingkungan SKPD jumlah tawaran uang jauh lebih spektakuler.
Diminta tanggapan soal calo-calo yang meminta uang demi kenaikan jabatan, Bonaran mengaku bahwa itu adalah "black campaign" yang sengaja dibuat oknum atau kelompok tertentu yang tidak mau Bonaran terlalu berkibar di Tapteng. Bonaran sendiri mempersalahkan para PNS yang mau terbujuk dengan tawaran-tawaran itu.
"Kadang-kadang PNS-nya yang menawarkan" kata Bonaran. "Susunan SKPD sudah selesai sebelum pelantikan" tambah mantan pengacara ini. Bonaran sendiri meminta agar para PNS tidak mau terbujuk dengan tawaran calo-calo yang bisa merusak nilai-nilai perjuangan di Tapteng.
Hasil investigasi PEDULI TAPTENG ONLINE menemukan fakta di lapangan. Seorang guru, ibu br s di Sosorgadong telah menyetor uang sebesar 10 juta rupiah kepada oknum tertentu yang mengaku bisa menaikkan status guru biasa itu menjadi kepala sekolah.
Di Sarudik seorang guru mengaku dimintai uang sebesar 17 juta-25 juta rupiah untuk menjadi kepala sekolah. Untungnya guru ini tidak gampang tergoda bujuk rayu sang calo. Di kalangan masyarakat beredar isu di lingkungan SKPD jumlah tawaran uang jauh lebih spektakuler.
Diminta tanggapan soal calo-calo yang meminta uang demi kenaikan jabatan, Bonaran mengaku bahwa itu adalah "black campaign" yang sengaja dibuat oknum atau kelompok tertentu yang tidak mau Bonaran terlalu berkibar di Tapteng. Bonaran sendiri mempersalahkan para PNS yang mau terbujuk dengan tawaran-tawaran itu.
"Kadang-kadang PNS-nya yang menawarkan" kata Bonaran. "Susunan SKPD sudah selesai sebelum pelantikan" tambah mantan pengacara ini. Bonaran sendiri meminta agar para PNS tidak mau terbujuk dengan tawaran calo-calo yang bisa merusak nilai-nilai perjuangan di Tapteng.
Jumat, 24 Juni 2011
MK Kukuhkan Kemenangan Bosur
Mahkamah berpendapat, bakal pasangan calon Dina Riana Samosir dan Drs. Hikmal Batubara memenuhi syarat; bakal pasangan calon Albiner Sitompul dan dr. Steven P.B.Simanungkalit (Pemohon) tidak memenuhi syarat; bakal pasangan calon Ir.Muhammad Armand Effendy Pohan dan Ir. Hotbaen Bonar Gultom, M.M.A tidak memenuhi syarat; bakal pasangan calon Raja Bonaran Situmeang, S.H., M.Hum dan H. Sukran Jamilan Tanjung, S.E (Pihak Terkait) memenuhi syarat.
Menimbang bahwa dengan hanya mengurangi suara dukungan Partai Hati Nurani Rakyat, Pemohon (Albiner,red) sudah tidak memenuhi syarat minimal dukungan partai politik/gabungan partai politik, sehingga Mahkamah memandang tidak perlu mempertimbangkan lebih lanjut keberatan Pihak Terkait dan pendapat KPU Provinsi Sumatera Utara.
Demikian risalah ringkas yang kami kutip dari putusan MK yang dibacakan tadi siang, 24/6/2011. Dengan dua pendapat dan pertimbangan itu akhirnya kemenangan Bosur pada Pilkada Maret lalu dikukuhkan MK.
Di Tapteng penolakan gugatan Dina-Hikmal dan Alven disambut antusias oleh warga Tapteng. Pasalnya warga sudah lama jenuh dengan kepemimpinan Tuani Lbn Tobing yang selama 10 tahun memerintah tanpa keberpihakan yang real ke warga.
Menimbang bahwa dengan hanya mengurangi suara dukungan Partai Hati Nurani Rakyat, Pemohon (Albiner,red) sudah tidak memenuhi syarat minimal dukungan partai politik/gabungan partai politik, sehingga Mahkamah memandang tidak perlu mempertimbangkan lebih lanjut keberatan Pihak Terkait dan pendapat KPU Provinsi Sumatera Utara.
Demikian risalah ringkas yang kami kutip dari putusan MK yang dibacakan tadi siang, 24/6/2011. Dengan dua pendapat dan pertimbangan itu akhirnya kemenangan Bosur pada Pilkada Maret lalu dikukuhkan MK.
Di Tapteng penolakan gugatan Dina-Hikmal dan Alven disambut antusias oleh warga Tapteng. Pasalnya warga sudah lama jenuh dengan kepemimpinan Tuani Lbn Tobing yang selama 10 tahun memerintah tanpa keberpihakan yang real ke warga.
Kubu Bosur Optimis Menang
Besok, 24 Juni 2011 pada pukul 10.00 WIB MK akan mengadakan pleno putusan MK terkait Pilkada Tapteng. Menghadapi putusan pleno ini kubu Bosur optimis gugatan calon bupati kalah di Pilkada 12 Maret 2011 lalu dan gugatan Albiner-Steven bakal ditolak oleh MK.
Di situs pertemanan facebook Benteng Perjuangan Rakyat Tapteng yang selama ini kerap diidentikkan dengan groupnya para pendukung Albiner-Steven tanda-tanda gugatan Alven ditolak terlihat dalam status-status yang dikeluarkan oleh para pendukung Alven maupun Albiner sendiri.
Sebaliknya di group Rakyat Mengawal Bosur yang selama ini diidentikkan dengan para pendukung Bosur tanda-tanda optimisme kemenangan Bosur terlihat.
Seorang TS Bosur yang tinggal di Jakarta yang tak mau disebut namanya, ketika dihubungi PEDULI TAPTENG ONLINE berkata: "Sudah, semuanya beres. Bosur menang" ungkap orang yang mengaku selalu ikut dalam rapat2 bersama Bonaran dan timnya di Jakarta.
Bonaran sendiri saat ini masih di Jakarta. Diperkirakan Bonaran akan kembali ke Tapteng paling cepat seminggu setelah pengumuman MK.
Di situs pertemanan facebook Benteng Perjuangan Rakyat Tapteng yang selama ini kerap diidentikkan dengan groupnya para pendukung Albiner-Steven tanda-tanda gugatan Alven ditolak terlihat dalam status-status yang dikeluarkan oleh para pendukung Alven maupun Albiner sendiri.
Sebaliknya di group Rakyat Mengawal Bosur yang selama ini diidentikkan dengan para pendukung Bosur tanda-tanda optimisme kemenangan Bosur terlihat.
Seorang TS Bosur yang tinggal di Jakarta yang tak mau disebut namanya, ketika dihubungi PEDULI TAPTENG ONLINE berkata: "Sudah, semuanya beres. Bosur menang" ungkap orang yang mengaku selalu ikut dalam rapat2 bersama Bonaran dan timnya di Jakarta.
Bonaran sendiri saat ini masih di Jakarta. Diperkirakan Bonaran akan kembali ke Tapteng paling cepat seminggu setelah pengumuman MK.
Langganan:
Postingan (Atom)